Pengaruh globalisasi kian lama kian terasa. Tidak bisa dipungkiri, seluruh warga dunia mau tidak mau akan ikut terbawa arus perkembangan zaman yang satu ini. Salah satu dampaknya adalah, dunia menetapkan bahasa internasional yang di mana untuk dapat turut berperan dalam dunia global, seseorang haruslah mampu menguasai bahasa tersebut. Maka, kebutuhan akan pengetahuan bahasa selain bahasa tanah air kini tengah menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Dewasa ini, banyak kita temukan lembaga - lembaga pendidikan maupun kursus yang menawarkan program pengajaran bahasa asing dengan sistem pengajaran terkini dan dengan biaya yang tentu saja tidak dapat dibilang murah.
Akan tetapi, tidak adakah sistem pengajaran lain di mana seseorang dapat belajar bahasa dengan mudah dan menyenangkan dengan biaya yang terjangkau?
Tentu saja ada! Salah satunya adalah sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren modern.
Pondok pesantren yang biasanya dikenal sebagai tempat pendidikan khusus agama, ternyata menyimpan banyak pesona yang selama ini jarang dikenal oleh masyarakat umum. Salah satunya adalah pengajaran bahasa asing kepada para santrinya.
Dalam sistem pendidikan pondok pesantren khususnya pesantren modern, pengajaran bahasa asing dilakukan secara intensif dan aplikatif. Setiap harinya, para santri diberikan pelajaran berupa kosa kata baru dan kalimat ekspresi dalam bahasa asing, kemudian para santri diwajibkan untuk selalu mempratekkan apa yang telah dipelajari dalam percakapan sehari - hari, sehingga penggunaan bahasa asing di pondok pesantren telah menjadi budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari - hari para santrinya.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk sistem pembelajaran yang intensif, pondok pesantren menerapkan hukuman atau yang biasa disebut "iqob" bagi mereka yang enggan mempraktekkan bahasa asing yang telah di pelajari.
Dalam hal ini, pondok pesantren telah menjadi solusi efektif bagi mereka yang ingin belajar bahasa asing secara intensif dan menyenangkan, terlebih bagi mereka yang masih dalam usia pelajar. Karena di dalam pondok pesantren modern, seorang anak tidak hanya akan diajarkan penguasaan bahasa asing yang mantap, namun juga pendidikan moral dan kompetensi yang mumpuni.
Memang, kebanyakan pondok pesantren yang mencanangkan program pengajaran bahasa asing hingga saat ini masih difokuskan pada penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dan bahasa Arab sebagai sarana mempelajari ilmu agama. Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya sistem pengajaran bahasa asing di pondok pesantren akan terus berkembang sehingga program bahasa yang diajarkan akan semakin beragam dan variatif, mengingat saat ini bahasa Internasional tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris saja.
Sebagai contoh adalah Pesantren Modern Al-Amanah yang berdiri di Krian, Sidoarjo. Selain mengajarkan bahasa Arab dan Inggris, Pesantren Modern Al-Amanah juga mengajarkan bahasa Jepang kepada para santrinya, yang bahkan menjadi kurikulum wajib dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Selain itu, masih banyak pesantren - pesantren lain yang memiliki program pendidikan bahasa asing lainnya seperti bahasa Mandarin, bahasa Jerman, Prancis, Turki, dan Korea.
Lantas apa sebenarnya tujuan dari belajar bahasa asing?
Pada dasarnya belajar bahasa asing adalah sebagai bentuk rasa cinta tanah air. Karena dengan bahasa asing, kita dapat mengeksplorasi budaya - budaya dan pengetahuan dunia. Dengan kemampuan bahasa asing, bangsa kita tidak akan mudah dijajah atau ditipu bangsa lain. Jadi secara tidak langsung, dengan belajar bahasa asing, kita telah turut menjunjung martabat dan harga diri bangsa.
Dalam hal ini, pondok pesantren telah menjadi solusi efektif bagi mereka yang ingin belajar bahasa asing secara intensif dan menyenangkan, terlebih bagi mereka yang masih dalam usia pelajar. Karena di dalam pondok pesantren modern, seorang anak tidak hanya akan diajarkan penguasaan bahasa asing yang mantap, namun juga pendidikan moral dan kompetensi yang mumpuni.
Memang, kebanyakan pondok pesantren yang mencanangkan program pengajaran bahasa asing hingga saat ini masih difokuskan pada penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dan bahasa Arab sebagai sarana mempelajari ilmu agama. Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya sistem pengajaran bahasa asing di pondok pesantren akan terus berkembang sehingga program bahasa yang diajarkan akan semakin beragam dan variatif, mengingat saat ini bahasa Internasional tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris saja.
Sebagai contoh adalah Pesantren Modern Al-Amanah yang berdiri di Krian, Sidoarjo. Selain mengajarkan bahasa Arab dan Inggris, Pesantren Modern Al-Amanah juga mengajarkan bahasa Jepang kepada para santrinya, yang bahkan menjadi kurikulum wajib dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Selain itu, masih banyak pesantren - pesantren lain yang memiliki program pendidikan bahasa asing lainnya seperti bahasa Mandarin, bahasa Jerman, Prancis, Turki, dan Korea.
Pada dasarnya belajar bahasa asing adalah sebagai bentuk rasa cinta tanah air. Karena dengan bahasa asing, kita dapat mengeksplorasi budaya - budaya dan pengetahuan dunia. Dengan kemampuan bahasa asing, bangsa kita tidak akan mudah dijajah atau ditipu bangsa lain. Jadi secara tidak langsung, dengan belajar bahasa asing, kita telah turut menjunjung martabat dan harga diri bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar