Minggu, 17 September 2017

Tips - tips Belajar Qiro'ah


        Sudah menjadi impian setiap umat muslim untuk dapat melantunkan kitab suci Al-Qur'an dengan bacaan yang baik, sebagai bentuk pujian terindah kepada yang Maha Mencipta, Allah SWT. Namun tentu saja, semua itu tidak bisa didapat dengan instan. Dibutuhkan usaha dan ketekunan serta proses yang panjang untuk berlatih memperindah bacaan Al-Qur'an. Memang, ada diantara mereka yang telah dikaruniai suara yang merdu sejak lahir, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja untuk dapat membaca Al-Qur'an dengan indah, atau yang biasa dikenal dengan tilawah / qiro'ah.
        Tidak ada batasan usia dalam belajar tilawah, siapa saja, baik tua mau pun muda, baik yang berbakat tarik suara maupun yang kurang berbakat, baik yang mengimani Al-Qur'an maupun yang tidak percaya akan Al-Qur'an, semuanya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk dapat melantunkan bacaan Al-Qur'an dengan indah.
         Lantas bagaimana ...., kiat - kiat belajar memperindah suara untuk melantunkan ayat - ayat Al-Qur'an??
           Ustadz Syamsul Qomari, pakar qiro'ah asal Sidoarjo, bermurah hati untuk membagi tips - tips belajar qiro'ah :

  1. Rutin latihan suara setiap hari. Setidak - tidaknya 30 menit setiap pagi.
  2. Usahakan memilih waktu latihan sesudah waktu Subuh atau sebelum waktu Subuh, dimana matahari masih belum terbit.
  3. Tidak makan berlebihan
  4. Memperbanyak olahraga, terutama lari dan renang. Bertujuan untuk melatih pernapasan.
  5. Tidak malu untuk mencoba dan terus berusaha
         Salah satu murid Ustadz Syamsul yang kini tengah menempuh proses belajar qiro'ah .....
        Semoga bermanfaat,.....

BUMI, Bulat atau Datar?


          
  Beberapa waktu lalu, sejumlah penduduk dunia digegerkan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Flat Earth Society (FES) yang mengatakan bahwasanya bumi ini berbentuk lempengan datar. Begitu banyaknya bukti yang diajukan para penganut FES sehingga terjadi perdebatan sengit di kalangan para ahli astronomi. Masyarakat pun, yang selama ini telah mengenal bahwa bumi berbentuk bulat, dibuat bingung dengan teori konspirasi tersebut.
            Lantas bagaimanakah pandangan Islam dan Al-Qur’an menyikapi perbedaan teori tersebut?
            Sebenarnya adu argumen yang mempertanyakan apakah bumi itu bulat ataukah datar telah ada bahkan sejak zaman para ulama’ terdahulu. Para ulama’ seperti Imam Al-Qurthubi, Al-Qathani Al-Andalusy, dan Syekh Abdul Aziz bin Baz dengan tegas menyatakan bahwa bumi berbentuk datar dengan menganut dalil – dalil Al-Qur’an, di mana, menurutku mereka, Al-Qur’an sama sekali tidak pernah menyebutkan bahwa bumi ini berbentuk bulat. Pernyataan ini pun digunakan oleh para penganut FES untuk memperkuat teori mereka.
            Uniknya, Al-Qur’an memang tidak pernah dengan gamblang menyebutkan bahwasanya planet bumi tempat tinggal manusia ini berbentuk bulat. Sebaliknya, Al-Qur’an justru berulang-ulang mengatakan bahwa bumi ini adalah hamparan, seakan – akan mengatakan bahwa bumi ini berbentuk datar.
 ......الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا
(Dia-lah Allah) yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (Al-Baqarah : 22)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا[]
Dan Allah yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (Nuh : 19)
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا[]
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? (An-Naba’ : 6)
            Dalam ayat tersebut terdapat tiga kata yang berbeda yakni فِرَاشًا، بِسَاطًا dan  مِهَادًاyang artinya sama – sama merujuk pada makna berupa hamparan. Sedangkan makna “hamparan” dalam perspektif kebahasaan kita memiliki arti yakni sesuatu yang datar. Dengan kata lain, ayat ini dianggap telah menjelaskan secara nyata bahwa planet bumi ini berbentuk datar.
            Akan tetapi, apakah memang benar demikian? Apakah Allah memang menciptakan bumi ini berbentuk datar?
            Tentunya ayat – ayat Al-Qur’an yang agung tidak dapat diartikan secara tekstual begitu saja. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan penafsiran yang mendalam untuk mengetahui hakikat makna dari Al-Qur’an. Seringkali bahkan Allah Azza wa Jalla memfirmankan ayat-ayatNya sebagai sebuah isyarat saja, untuk menuntut hamba-hambaNya berpikir lebih jauh dan melakukan penelitian lebih dalam.
            Dikatakan oleh Syekh Al-Sinqithi dan Syekh Ar-Razi, bahwasanya makna bumi sebagai hamparan memiliki arti yang dalam. Al-Qur’an mengatakan bahwa yang dihamparkan bukan bagian bumi tertentu, akan tetapi “bumi” secara mutlak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, bahwasanya dimanapun seseorang berpijak di muka bumi, ia akan selalu menemukan bahwa bumi terhampar di hadapannya. Kemanapun seseorang berjalan, ia tidak akan pernah menemukan ujung dunia karena bumi akan terus terhampar hingga ia mendapati dirinya kembali ke tempatnya semula berjalan.
            Selain itu, Syekh Al-Utsaimin menjelaskan, dalam beberapa ayat tersebut terdapat kata "لَكُم" yang berarti “bagimu”. Allah menjadikan “bagi manusia” bumi itu terhampar, untuk kelangsungan hidupnya. Bukan berarti bahwa bumi itu benar-benar datar. Hal ini sejalan dengan fakta yang diungkapkan para ahli astronomi modern mengenai garis horizon bumi atau garis cakrawala. Mengapa kita selalu mendapati garis cakrawala itu lurus melintang sejauh mata memandang, tanpa ada lengkungan sedikit pun yang menandakan bahwa bumi itu bulat? Para pakar astronomi memaparkan bahwa keberadaan garis cakrawala yang lurus tersebut justru membuktikan bahwasanya bumi berbentuk bulat. Karena ketiadaan garis lengkungan menandakan bahwasanya hamparan bumi membentang tanpa ujung. Dan satu-satunya penjelasan yang masuk akal mengenai fakta ini adalah bahwa bumi itu bulat.
            Kemudian adakah dalil Al-Qur’an yang menyatakan bahwa bumi itu bulat?
            Allah menyiratkan fakta ini dalam firmanNya, Surah Az-Zumar : 5
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيْلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّٰارُ[]
            Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia memasukkan (menggilirkan) malam atas siang dan memasukkan siang atas malam. Serta menundukkan matahari dan bulan, sehingga masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dia-lah Yang Maha Mulia lagi Pengampun (Az-Zumar : 5)
Syekh Ibnu Taimiyah dan Ibnu Hazm mengatakan bahwasanya bukti terjadinya pergantian siang dan malam adalah dalil yang paling nyata mengenai planet bumi yang berbentuk bulat. Bagaimana mungkin malam dan siang hari terjadi secara bersamaan dalam bumi yang sama? Bagaimana mungkin di satu sisi bumi, matahari terbenam sedang di sisi yang lain matahari terbit?
Lebih lanjut Ibnu Taimiyah memaparkan, bahwa dalam Surah Az-Zumar ayat 5 terdapat kata يُكَوِّرُ yang berasal dari kata كَوَّرَ, yang dalam kaidah bahasa Arab mengandung pengertian “melapisi pada sesuatu yang bundar” di mana akar katanya sampai pada kata كُرَّة, sebagaimana yang pembaca ketahui berarti bola atau merujuk pada sesuatu yang bulat. Dengan demikian, Allah telah memfirmankan bahwa siang dan malam saling bergilir menutup sesuatu yang bulat, yang tidak lain adalah bumi.
Dilanjutkan dengan pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang mengatakan bahwa terjadinya gerhana bulan dan adanya cahaya bulan yang berasal dari pantulan sinar matahari adalah keniscayaan bagi teori bumi datar.
Pendapat – pendapat itu disepakati oleh Abu Husain Ibnu Munadi yang berfatwa :
لا خلاف بين العلماء أن لأرض على مثال الكرة
“Tidak ada perselisihan diantara para ulama’ bahwa bumi itu seperti bola”
Pada akhirnya, pendapat para ulama’ tersebut ditutup oleh pernyataan Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang mengatakan :
ليس هناك نص قاطع يؤيد أحد الوجهين المختلفين …بعض الآيات من القرآن الكريم التي تتعلق بهذا الموضوع يمكن أن يفهم منها ثبات الأرض وسطحيتها ، والبعض الآخر يمكن أن يفهم منها حركتها ودورانها
“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar, sedang sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar”
Maha Suci Allah yang mencipta alam semesta ini dengan sempurna. Yang di dalamnya diselipkanNya keagungan ilmuNya. Bagaimana Allah mengajarkan hamba-hambaNya untuk selalu belajar dan tidak pernah putus asa dengan ilmu pengetahuan.

Terakhir, sebagai hamba Allah, kita diperintahkan untuk selalu mentafakkuri dan mempelajari ayat – ayat Allah. Ketika kita melihat langit, tidakkah kita berpikir, bagaimana mungkin bumi ini datar sedangkan matahari, bulan, dan planet – planet lainnya berbentuk bulat dan saling mengorbit garis edarnya? Wallahu a’lam bish shawab.

Rabu, 06 September 2017

Belajar Bahasa, Menjunjung Harga Diri Bangsa


       Pengaruh globalisasi kian lama kian terasa. Tidak bisa dipungkiri, seluruh warga dunia mau tidak mau akan ikut terbawa arus perkembangan zaman yang satu ini. Salah satu dampaknya adalah, dunia menetapkan bahasa internasional yang di mana untuk dapat turut berperan dalam dunia global, seseorang haruslah mampu menguasai bahasa tersebut. Maka, kebutuhan akan pengetahuan bahasa selain bahasa tanah air kini tengah menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Dewasa ini, banyak kita temukan lembaga - lembaga pendidikan maupun kursus yang menawarkan program pengajaran bahasa asing dengan sistem pengajaran terkini dan dengan biaya yang tentu saja tidak dapat dibilang murah.
       Akan tetapi, tidak adakah sistem pengajaran lain di mana seseorang dapat belajar bahasa dengan mudah dan menyenangkan dengan biaya yang terjangkau?
       Tentu saja ada! Salah satunya adalah sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren modern.
       Pondok pesantren yang biasanya dikenal sebagai tempat pendidikan khusus agama, ternyata menyimpan banyak pesona yang selama ini jarang dikenal oleh masyarakat umum. Salah satunya adalah pengajaran bahasa asing kepada para santrinya.
        Dalam sistem pendidikan pondok pesantren khususnya pesantren modern, pengajaran bahasa asing dilakukan secara intensif dan aplikatif. Setiap harinya, para santri diberikan pelajaran berupa kosa kata baru dan kalimat ekspresi dalam bahasa asing, kemudian para santri diwajibkan untuk selalu mempratekkan apa yang telah dipelajari dalam percakapan sehari - hari, sehingga penggunaan bahasa asing di pondok pesantren telah menjadi budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari - hari para santrinya.
        Tidak hanya itu, sebagai bentuk sistem pembelajaran yang intensif, pondok pesantren menerapkan hukuman atau yang biasa disebut "iqob" bagi mereka yang enggan mempraktekkan bahasa asing yang telah di pelajari.
            Dalam hal ini, pondok pesantren telah menjadi solusi efektif bagi mereka yang ingin belajar bahasa asing secara intensif dan menyenangkan, terlebih bagi mereka yang masih dalam usia pelajar. Karena di dalam pondok pesantren modern, seorang anak tidak hanya akan diajarkan penguasaan bahasa asing yang mantap, namun juga pendidikan moral dan kompetensi yang mumpuni.
           Memang, kebanyakan pondok pesantren yang mencanangkan program pengajaran bahasa asing hingga saat ini masih difokuskan pada penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dan bahasa Arab sebagai sarana mempelajari ilmu agama. Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya sistem pengajaran bahasa asing di pondok pesantren akan terus berkembang sehingga program bahasa yang diajarkan akan semakin beragam dan variatif, mengingat saat ini bahasa Internasional tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris saja.
            Sebagai contoh adalah Pesantren Modern Al-Amanah yang berdiri di Krian, Sidoarjo. Selain mengajarkan bahasa Arab dan Inggris, Pesantren Modern Al-Amanah  juga mengajarkan bahasa Jepang kepada para santrinya, yang bahkan menjadi kurikulum wajib dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Selain itu, masih banyak pesantren - pesantren lain yang memiliki program pendidikan bahasa asing lainnya seperti bahasa Mandarin, bahasa Jerman, Prancis, Turki, dan Korea.
            Lantas apa sebenarnya tujuan dari belajar bahasa asing?
           Pada dasarnya belajar bahasa asing adalah sebagai bentuk rasa cinta tanah air. Karena dengan bahasa asing, kita dapat mengeksplorasi budaya - budaya dan pengetahuan dunia. Dengan kemampuan bahasa asing, bangsa kita tidak akan mudah dijajah atau ditipu bangsa lain. Jadi secara tidak langsung, dengan belajar bahasa asing, kita telah turut menjunjung martabat dan harga diri bangsa.





Sabtu, 02 September 2017

Islam, Muslim, dan Bahasa Arab


     Kini berbagai media di seluruh dunia sedang sibuk memperbincangkan tentang isu "Islamophobia" atau yang biasa diartikan sebagai teror kaum muslim, para pemeluk agama Islam, yang memerangi dan membumihanguskan orang - orang yang tidak memeluk agamanya, sehingga penduduk di seluruh dunia menjadi resah dan takut akan eksistensi agama Islam. Orang - orang mulai
berpandangan bahwasanya agama Islam adalah agama yang keras dan brutal. Agama Islam adalah paham yang menindas orang - orang tak berdosa yang memaksa siapa saja untuk menjadi pengikutnya. Dan karenanya, dunia sepakat untuk mencap agama islam sebagai ajaran yang jahat dan layak dimusnahkan dari peradaban manusia.
       Namun, apakah kenyataannya memang seperti itu?
       Apakah memang benar, agama Islam merupakan agama yang keras dan non-toleransi?
       Apakah memang benar, ajaran Islam mengajarkan penindasan dan pemaksaan?
       Apakah memang benar, agama Islam adalah teror bagi dunia alih - alih sebagai rahmatan lil 'alamin??
       Lantas, apabila agama Islam memang bukan seperti yang dituduhkan kebanyakan orang dewasa ini, apa yang menyebabkan agama Islam disalahartikan sebagai perkara yang negatif? Siapa yang harus disalahkan?
       Jawabannya tidak lain ada di dalam diri kita sendiri sebagai insan yang berilmu dan beriman.
     Allah SWT melalui utusanNya, menurunkan agama Islam dengan berbagai ajaran dan tuntunannya sebagai pedoman hidup seluruh umat sekaligus untuk menjawab segala tantangan dunia di setiap zaman. Akan tetapi apa yang menjadikan orang - orang di seluruh dunia gagal memahami pesan agung dari Sang Pencipta alam semesta tersebut?
       Orang - orang muslim masa kini tengah mengalami kemunduran total. Para pemeluk agama Islam tidak lagi memahami hakikat sejati dari ajaran yang dianutnya dan keyakinan yang diimaninya. Keilmuan yang kaya telah menyelewengkan banyak orang muslim untuk terlalu meyakini bahwasanya agama Islam adalah perkara yang paling benar di seluruh dunia, dan karenanya, seluruh dunia wajib hukumnya untuk menganutnya. Kurangnya perenungan dan pemahaman dari segala aspek adalah salah satu penyebab utama dari kemunduran umat Islam tersebut. 
       Mengapa bisa begitu? Penulis berpendapat bahwasanya, dengan menilik gaya kehidupan masa kini, umat muslim yang hidup di era modern ini tidak lagi menjalani laku tirakad sebagaimana yang dijalani umat-umat muslim terdahulu untuk mendapatkan ilmu sejati tentang ajaran yang diyakininya. Orang - orang muslim terdahulu membutuhkan waktu berpuluh - puluh tahun dengan usaha yang luar biasa berat hanya untuk memperoleh satu ilmu tentang agama Islam. Namun ilmu yang diperoleh dahulu, benar-benar merupakan mutiara agung dan emas murni yang mampu menerangi jiwa siapa saja yang yang mendengarnya. Sehingga dahulu, agama Islam laksana cahaya yang ajarannya membawa keberkahan bagi seluruh dunia bahkan bagi merekayang bukan penganut agama Islam, berkat usaha yang gigih dan tulus dari para pejuang ilmunya.
         Akan tetapi, bagaimana dengan umat muslim masa kini?? Kita tahu bahwasanya zaman semakin berkembang dan teknologi semakin maju. Dunia pendidikan pun mengalami revolusi besar - besaran. Pembelajar - pembelajar masa kini tidak lagi dituntut untuk menjalani tirakad-tirakad hanya demi mendapatkan secuil pengetahuan. Tidak juga diharuskan memulai proses belajarnya dari titik paling dasar yakni mengenai hakikat ilmu. Kemajuan metode pembelajaran telah menemukan jalannya untuk menciptakan sistem pembelajaran yang praktis : tidak membutuhkan waktu lama namun memperoleh kuantitas pengetahuan yang banyak. Belajar ilmu agama tidak lagi harus dengan mengaji kitab - kitab berbahasa Arab kuno dan mentawadhu'i sang guru sebagai ritual sahnya ilmu dari pengajar kepada orang yang belajar. Teknologi pendidikan telah mengubah itu semua menjadi suatu sistem kurikulum dengan berbagai aksesorisnya.
        Memang benar, sistem pengajaran menjadi lebih efektif dan efisien sehingga menghasilkan insan cendekia dengan pengetahuan yang kaya. Namun sungguh disayangkan, sistem pendidikan sebagaimana yang tengah marak baru - baru ini - ini telah menghilangkan esensi dasar dari ilmu. Yakni, keberkahan ilmu. Seperti yang diungkapkan oleh pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah, KH. Nur Cholis Misbah : لَيْسَ الْعِمُ بِكَثْرَتِهِ، بَلْ بِبَرَكَتِهِ "Ilmu bukan karena banyaknya, tetapi berkahnya"
             Apa makna ilmu yang berkahnya? Ilmu yang berkah adalah ilmu yang membawa kepada kebaikan dan kemaslahatan alih - alih peperangan dan kekerasan.
        Bagaimana cara agar kita dapat memperoleh ilmu yang berkah? Salah satunya adalah dengan mempelajari ilmu langsung dari sumber aslinya. Belajar ilmu agama haruslah ditempuh dengan belajar di pondok pesantren dan mengaji kitab - kitab yang dikarang para ulama' dan imam dengan terus mengedepankan tawadhu' kepada guru dan mu'allim.
              Dalam hal ini, penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an dan hadist, rujukan utama umat muslim, menjadi sangat penting artinya untuk diperhatikan. Melatih kemampuan bahasa Arab pun menjadi wajib hukumnya bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu
agama secara mendalam. Bagaimana cara mempelajari bahasa Arab dengan mudah?
        Kamus bahasa Arab bisa menjadi salah satu solusi untuk mempelajarinya.
        Sebutlah Kamus Al-Munawwir. Kamus Al-Munawwir dapat menjadi rujukan utama untuk mempelajari sekaligus mengartikan teks - teks bahasa Arab atau menerjemahkan teks - teks bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Harganya pun cukup terjangkau, hanya berkisar Rp80.000 hingga Rp120.000. Tidak ada salahnya untuk memilikinya sebagai bentuk usaha kita, umat muslim, mengembalikan kejayaan agama Islam dengan mempelajari ilmu agama yang hakiki. Untuk memesan Kamus Al-Munawwir, bisa menghubungi penulis melalui e-mail.
         Semoga agama Islam senantiasa menjadi rahmatan lil 'alamin yang menerangi seluruh dunia dengan ajaran yang mulia. Amin.

Pesantren Modern Al-Amanah -- Sistem Pendidikan Terbaik di Indonesia




       Manusia dan ilmu adalah satu - kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sejak manusia pertama kali diciptakan. Karena sebab ilmulah, manusia hidup di muka bumi ini. Maka tidak heran, pemenuhan pendidikan yang baik menjadi salah satu kebutuhan paling utama dalam kehidupan manusia. Para orang tua selalu memikirkan tentang pendidikan anak - anaknya. Pemerintah Indonesia pun menerapkan peraturan "Wajib Belajar 12 Tahun" untuk anak - anak Indonesia. Persaingan pendidikan pun menjadi kompetisi tak berkesudahan antar bangsa di dunia. Sering terjadi perdebatan berbagai pihak tentang sistem pendidikan terbaik yang seharusnya diterapkan sebagai kurikulum wajib. Muncullah peraturan kurikulum tentang "full day school" di Indonesia.
     Akan tetapi, sebenarnya, sistem pendidikan yang bagaimanakah yang paling tepat untuk diterapkan di negara kita?
          Apabila menilik sejarah pendidikan bangsa kita, maka kita akan menemukan salah satu metode pendidikan berupa pondok pesantren sebagai pelopor pertama dunia pendidikan di nusantara. Lebih jauh lagi, dalam sejarah dunia, pondok pesantren atau yang biasa dikenal dengan "madrasah" telah menjadi pemrakarsa dunia pendidikan bagi seluruh umat manusia jauh sebelum adanya sekolah atau lembaga pendidikan seperti sekarang ini. Pondok pesantren adalah sebuah media pendidikan yang mengajarkan nilai - nilai moral dan budi pekerti yang luhur yang didasarkan pada ajaran kitab - kitab agama sebagai basis pendidikan mental dan karakter manusia, dengan seorang guru besar atau yang biasa disebut "kyai" sebagai panutan utama sekaligus sosok yang memimpin berjalannya sistem pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, pondok pesantren juga menekankan pada pendalaman ilmu yang kebanyakan adalah pemahaman hakikat dan filsafat, akan tetapi dalam perkembangannya hingga masa kini, pondok pesantren telah berubah menjadi suatu media pendidikan yang juga mengajarkan ilmu dan kompetensi umum. Hingga kini, pondok pesantren tetap eksis dan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dengan tetap mempertahankan nilai - nilai pendidikan karakter yang diusungnya. Banyak para cendekiawan bangsa kita lahir dari pondok pesantren.
      Dari sini kita mampu menilai, sistem pendidikan yang bagaimanakah yang sebaiknya diterapkan di negara kita? Mengingat bangsa Indonesia kini sedang dilanda krisis mental. Banyak generasi muda yang telah tercemar akalnya. Mereka membutuhkan suatu sistem pendidikan yang seimbang akan pengetahuan terkini dan juga pendidikan karakter yang ideal. Maka, tidak diragukan lagi, pondok pesantren adalah salah satu solusi terbaik untuk menangani permasalahan bangsa.
      Sebagai contoh adalah Pesantren Modern Al - Amanah yang berdiri di Krian, Sidoarjo. Pesantren Modern Al-Amanah adalah salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren yang unik. Dengan mengangkat motto, "Pesantren Biasa Khusus Bagi Santri yang Bercita - cita menjadi Luar Biasa". Di dalamnya terdapat nilai - nilai dasar ajaran pokok yang dirumuskan dalam "Panca Jiwa Santri" dan "Tujuh Kewajiban Santri"
   Didirikan oleh KH. Nur Cholis Misbah, Pesantren Modern Al-Amanah adalah lembaga pendidikan pesantren yang tidak hanya mengajarkan pendidikan formal dan pelajaran agama, namun juga mengusung pendidikan karakter dan moral.
       Adapun nilai - nilai dasar seorang santri yang merupakan jati diri sejati bangsa Indonesia adalah sebagaimana yang telah dirumuskan pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah, KH. Nur Cholis Misbah dalam "Panca Jiwa Santri", yakni :
1. Kesempurnaan Iman
2. Keikhlasan Amal
3. Kemuliaan Budi Pekerti
4. Keunggulan Prestasi
5. Kepekaan Sosial
       Di samping itu, Pesantren Modern Al-Amanah juga menerapkan sistem pendidikan bilingual yang mengutamakan pengembangan bahasa Arab sebagai landasan pembelajaran agama dan bahasa Inggris sebagai modal para santrinya untuk menjawab tantangan dunia masa kini.
     Dengan segala aspek sebagaimana yang telah dipaparkan, lembaga pendidikan pesantren di Indonesia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu sistem pendidikan terbaik untuk mengatasi masalah bangsa dan layak diperhitungkan untuk menjadi kurikulum wajib yang akan eksis dan mampu bersaing di dunia global.