Senin, 18 Januari 2021

 Guratan Sejarah SANTRI


           Asia, khususnya Asia Tenggara, memiliki ciri khas dalam menghadirkan dakwah dan pendidikan Islam. Berdirinya lembaga pendidikan berupa pesantren adalah contohnya. Demikian menurut Howard M. Federspiel, seorang peneliti penddikan Islam, dalam The Oxford Encyclopedia of The Islamic World.
            Penamaan 'pesantren' telah dikenal luas dan akrab dalam kultur masyarakat Jawa. Ada pun d Sumatra, lembaga pendidikan yang sama sering disebut sebagai surau, atau dalam kultur masyarakat Aceh sering pula disebut meunasah. Lain lagi dengan masyarakat ranah Melayu di luar Indonesia, seperti Malaysia dan Kamboja, yang lebih akrab dengan istilah pondok. Sedangkan orang - orang Filipina dan Singapura menggunakan istilah madrasah.
        Dr. Zamakhsyari Dhofier, seorang ahli sosiologi dan antropologi, dalam bukunya 'Tradisi Pesantren', mencoba mendefinisikan genealogi istilah 'Pondok Pesantren'. Pondok, yang diambil dari bahasa Arab, yakni funduq, memiliki 'asrama' atau 'tempat tinggal'. Sementara itu, kata 'pesantren' berasal dari akar kata 'santri' yang mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an dalam kaidah bahasa Indonesia yang menunjukkan arti tempat. Dengan demikian, 'pesantren' berarti tempat tinggal para santri. Dr. Zamakhsyari Dhofier lalu mengutip pendapat para ahli sejarah seperti Profesor Johns, yang menyebutkan bahwa kata 'santri' berasal dari bahasa Tamil atau India yakni shastri, yang berarti orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci. Sejalan dengan pendapat beberapa tokoh India yang mengatakan bahwa 'shastri' sendiri diambil dari kata shastra yang berarti buku.
            Sementara itu, Cornelis Christiaan Berg, seorang ahli botani asal Belanda, berpendapat bahwa kata 'santri' diserap dari bahasa Sanskerta, cantrik, yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. Pendapat ini selaras dengan yang diungkapkan oleh Nurcholish Madjid, seorang maestro dan tokoh pembaruan gerakan Islam.
          Segenap pemaparan tentang istilah 'pesantren' cenderung menegaskan bahwa cikal bakal lembaga pendidikan tersebut tidak lepas dari pengaruh budaya India. Memang, di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, dalam masa transisi memudarnya pengaruh Hindu-Budha sekaligus mulai menyebarnya dakwah Islam, para tokoh ulama' dan kyai seperti Wali Songo, banyak mentolerir dan tetap menjaga kelestarian adat dan budaya, yang di dalamnya juga termasuk sistem pendidikan yang merupakan warisan dari Hindu dan Budha. Seiring berjalannya waktu, mereka kemudian memodifikasi sistem pendidikan yang telah ada, sehingga menjadi lebih islami, untuk kemudian terus berkembang dan dikenal luas sebagai pesantren seperti yang kita kenal hingga sekarang.
        Sedangkan secara istilah dan budaya, 'santri' sendiri dikenal sebagai anak - anak yang tekun menuntut ilmu. Mereka juga dikenal taat menjalankan perintah agama dan kyai. Bahkan, sejarah mencatat bahwa kaum santri adalah orang - orang yang berada di garis depan dan rela berkorban demi mewujudkan kemerdekaan bangsa ini. Sehingga, santri dan pesantren tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dalam membentuk persatuan negara Indonesia. Harry J. Bend, seorang ahli sejarah asal Cekoslovakia, menuturkan bahwa dalam peradaban Indonesia, menjelang abad ke-17, keberadaan pesantren khususnya di Jawa, telah menjadi kutub penyeimbang terhadap kekuatan keraton dan kerajaan - kerajaan yang imperialis. Kesenjangan kultur yang terjadi mendapatkan hubungan diametralnya dengan adanya budaya Islam dan pesantren.
            Hingga kini, pesantren dikenal sebagai tempat belajar bagi kaum intelektual Muslim yang mewarisi dan memelihara keberlanjutan tradisi keilmuan Islam sehingga sampai kepada dakwah sang Nabi, Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, dalam dunia pesantren, sanad atau rentetan transmisi keilmuan antara guru dan murid begitu dihargai dan dimuliakan di sana.
        Para santri, dalam misinya mengemban dakwah dan syiar Islam, pada umumnya belajar banyak hal di pesantren, Mulai dari tata bahasa Arab, ilmu Al-Qur'an dan tafsir, tauhid, akhlaq, hingga pengetahuan sejarah. Kemudian dalam corak pendidikan pesantren, setidaknya terdapat banyak ciri khas dan karakter yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lain. Antara lain, pembelajaran adab bagi seorang murid untuk tunduk dan patuh akan petuah sang guru, pembiasaan untuk hidup sederhana, berlatih akan kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat, serta penghargaan seorang pembelajar terhadap ilmu. Sehingga adanya santri dan pesantren diharapkan dapat tetap menjaga keberlangsungan persatuan dan kesatuan negara ini.

Rabu, 21 Februari 2018

Cara Menyisipkan Tanda Tangan pada GMail dan Mensetting Auto Reply

       E-mail telah menjadi bagian penting dalam kebutuhan telekomunikasi masa kini. Hampir setiap orang di seluruh dunia mempunyai alamat e-mail masing - masing layaknya alamat pos pada setiap rumah. Dalam satu kesempatan, kita mungkin ingin membubuhkan tanda tangan atau identitas diri / lembaga kita dalam e-mail yang kita tulis. Atau mungkin kita ingin dapat menyediakan pesan yang otomatis membalas e-mail yang terkirim kepada kita ketika kita offline. Tentu akan sangat merepotkan untuk menyisipkannya di setiap e-mail yang kita tulis. Bagaimanakah cara meyisipkan tanda tangan pada e-mail? Bagaimana pula cara mensetting Auto Reply atau penjawab otomatis pada e-mail?
Berikut akan kita bahas apa itu dan bagaimana cara menyisipkan tanda tangan dan mensetting Auto Reply pada GMail ......
     

       Tanda tangan e-mail adalah teks berupa informasi kontak atau kutipan favorit, yang secara otomatis ditambahkan pada akhir pesan GMail sebagai footer.

Langkah-langkah Menambahkan Tanda Tangan

Kita dapat menempatkan hingga 10.000 karakter dalam tanda tangan.

1. Buka Gmail.
2. Di kanan atas, klik Setelan, berikutnya pilih Setelan.
3. Pada bagian "Tanda tangan", tambahkan teks tanda tangan Anda di kotak. Jika diinginkan, Anda      dapat memformat pesan dengan menambahkan gambar atau mengubah gaya teks.
4. Di bagian bawah laman, klik Simpan Perubahan.

Menambahkan Tanda Tangan Menggunakan Fitur "Kirim email sebagai"

Jika menggunakan fitur "Kirim email sebagai" untuk mengirim dari berbagai alamat di akun, Anda dapat menambahkan tanda tangan yang berbeda untuk setiap alamat.

Untuk memilih alamat, gunakan menu tarik-turun di atas kotak teks tanda tangan pada laman Setelan.

Jika Anda tidak melihat menu tarik-turun:

Buka Laman setelan Akun dan Impor.
Periksa apakah alamat Anda tercantum di bagian "Kirim email sebagai".



Membalas email saat tidak berada di kantor atau berlibur

Jika Anda tidak memiliki akses ke akun Gmail, seperti saat sedang berlibur atau tidak memiliki koneksi Internet, penjawab kala libur dapat disiapkan agar secara otomatis memberitahukan orang bahwa Anda tidak akan bisa langsung membalas pesan mereka. Ketika orang mengirimi Anda pesan, mereka akan menerima email balasan berisikan hal yang Anda tuliskan dalam balasan kala libur otomatis.


Mengaktifkan atau menonaktifkan balasan kala libur

Menyiapkan balasan kala libur

Pada komputer, buka Gmail.
Di kanan atas, klik Setelan Setelan berikutnya Setelan.
Scroll ke bawah pada bagian "Penjawab kala libur".
Pilih Penjawab kala libur aktif.
Isi rentang tanggal, subjek, dan pesan.
Di bawah pesan, centang kotak jika Anda hanya menginginkan kontak Anda melihat balasan kala libur.
Di bagian bawah halaman, klik Simpan Perubahan.
Catatan: Tanda tangan Gmail akan ditampilkan di bagian bawah penjawab kala libur jika Anda memilikinya.

Menonaktifkan balasan kala libur

Bila balasan kala libur aktif, Anda akan melihat spanduk di bagian atas kotak masuk yang menampilkan subjek penjawab kala libur.

Untuk menonaktifkan penjawab kala libur Anda, klik Akhiri sekarang.

Kapan balasan kala libur Anda dikirimkan
Balasan kala libur dimulai pukul 24.00 pada tanggal mulai dan berhenti pukul 23.59 pada tanggal akhir, kecuali Anda hentikan lebih awal.

Dalam banyak kasus, penjawab kala libur hanya dikirim saat pertama kali orang mengirimi Anda pesan.

Berikut adalah kemungkinan seseorang melihat respons kala libur Anda lebih dari sekali:

Jika orang yang sama menghubungi Anda lagi setelah empat hari dan balasan kala libur masih aktif, mereka akan melihatnya lagi.
Penjawab kala libur dimulai kembali setiap kali Anda mengeditnya. Jika seseorang mendapat penjawab kala libur saat pertama kali, lalu mengirimi Anda email setelah Anda mengedit penjawab tersebut, mereka akan melihat jawaban yang baru.
Jika menggunakan Gmail melalui kantor, sekolah, atau organisasi lainnya, Anda dapat memilih apakah balasan dikirim ke siapa saja atau hanya orang dalam organisasi.
Catatan: Pesan yang dikirim ke folder spam dan pesan yang ditujukan ke milis langganan Anda tidak akan mendapatkan penjawab kala libur.

Untuk informasi lebih mendalam, dapat dibaca di pilihan "Pelajari Selengkapnya" yang terdapat pada GMail

Minggu, 22 Oktober 2017

Sajak Resah

Orang bilang, zaman ini sudah renta......
Para
kyai tlah hilang kesaktiannya
Para
santri tlah luntur ketakdzimannya
Kitab - kitab suci tlah raib kemasyhurannya
Begitu pula
petuah dan hikmah nan murni, tlah lenyap cahayanya
Orang bilang, zaman ini bukan lagi simbol kejayaan.......
Para penegak hukum berpaling dari kebenaran
Para pemimpin tak lagi acuh akan rakyatnya
Para ksatria tak lagi berjuang dalam kesetiaan
Para
pejuang ilmu tak lagi peduli akan hakikat ilmunya
Orang bilang, zaman ini zaman edan.......
Tapi sebenarnya, siapakah yang edan??
Mereka menyalahkan zaman, .....
Tapi tidakkah mereka ingat, bahwa mereka, kita, adalah bagian dari zaman??





Sabtu, 21 Oktober 2017

Cara Membuat Iwel-iwel -- Jajanan Tradisional Nusantara

Keberagaman kebudayaan di nusantara menjadikan negara Indonesia kaya akan warisan budaya tradisional. Yang tentunya semakin menambah keunikan tersendiri bagi bangsa kita. Lebih - lebih apabila kita dapat menjaga dan melestarikannya.
Salah satu dari kekayaan budaya kita adalah keragaman kuliner tradisional. Sudah tidak asing lagi bagi kita, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas kulinernya masing - masing.
Jajanan iwel-iwel adalah salah satunya. Saat ini, mungkin sudah sangat jarang kita temukan makanan tradisional yang satu ini. Jajanan berbahan beras ketan yang dicampur dengan kelapa dan diisi dengan gula merah ini merupakan jajanan khas Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kemasannya yang terbuat dari daun pisang yang dibentuk limas segitiga kemudian dijepit dengan lidi semakin menambah kesan tradisionalitas warisan tempo doeloe.
Hingga kini, jajanan iwel-iwel sebenarnya masih cukup sering dibuat terutama untuk merayakan selametan bayi yang baru lahir.
Di samping itu, jajanan iwel-iwel juga mempunyai sejarah atau asal muasal dibalik penamaannya. Kata "iwel-iwel" sebenarnya berasal dari bahasa Arab yakni "وَلِوَلِدَيَّ" / “waliwalidayya” yang merupakan penggalan dari do’a untuk kedua orang tua yang berarti : untuk kedua orang tuaku.
Ada juga sejarah yang mengatakan, bahwasanya nama iwel – iwel dari bahasa Jawa, “kemiwel”, yang berarti “menggemaskan”, sebagai presentasi dari rasa syukur atas lahirnya bayi yang menggemaskan.
           
            Lantas, bagaimana cara membuat jajanan tradisional yang satu ini??
            Silahkan simak cara dibawah ini :


Terima Kasih.....,
Semoga bermanfaat.......

Kamis, 19 Oktober 2017

MIMPI

Manusia terlahir dengan dua kekuatan agung sebagai ajiannya menjalani kehidupan dunia ini. Ialah ilmu dan nafsu. Banyak yang berprasangka bahwa keduanya ibarat dua sisi koin yang berbeda, positif dan negatif. Namun sebenarnya tidak. Keduanya diciptakan untuk dilebur bersama-sama. Hingga menjadi pusaka sakti tak terkalahkan. Dan bila kau telah berhasil meluruhkan keduanya, akan kau peroleh bilah tajam bernama, mimpi.
Tapi hati-hati, apabila salah mengkomposisikannya keduanya, mereka kan terlebur menjadi, ambisi.
            Maka, izinkanlah aku menguntai mimpi-mimpiku, wahai kawan. Sebagai usahaku tuk mencoba melebur kedua ajian anugerah Ilahi.
            Aku bermimpi, berangan-angan, menjadi seorang ahli dan pakar bahasa yang kan menafsirkan kalam-kalam Allah atas izin dan ilmuNya, hingga esok akan menelurkan karya-karya agung berupa karangan-karangan yang sarat akan makna layaknya para tokoh-tokoh cendekiawan di masa lalu.
            Aku tidak menginginkan apa pun, hanya, semoga menjadi manfaat yang besar bagi umat di seluruh dunia pada umumnya dan seluruh umat muslim pada khususnya.
            Apa yang aku lakukan kini tuk menggapai itu??
            Aku kini tengah berlatih tuk menumbuhkan keinginanku belajar bahasa dan ilmu-ilmuNya. Aku bimbing adik-adikku, kawan-kawanku, saudara-saudaraku.
            Aku ajak mereka bersama-sama meniti jalan mimpi yang indah. Semoga Allah memudahkan kami semua.
            Namun lebih dari itu semua, yang paling aku harapkan adalah, semoga semua apa yang diimpikan kawan-kawan tercintaku terwujud. Cukup itu. Tak penting menjadi siapa pun atau apa pun.
            Terima kasih kawan-kawanku.........
            Aku hanya bisa berpesan, leburlah ajian kalian, tempa
lah, hingga esok ia kan menjadi pusaka sakti nan tajam yang mampu kau gunakan meraih apa pun yang kau inginkan.
            Jangan jadi seperti aku.


            Pramana Rafif.



Minggu, 15 Oktober 2017

Cerita NdAgeL

Ke Dokter
            Seorang wanita mengeluh sering merasa pusing, letih dan mudah lelah. Ia pun pergi untuk menemui seorang dokter. Sesampainya di sana, ia pun bercerita tentang keluhannya kepada sang dokter.
            Dokter itu lantas berkata, “Sebetulnya anda tidak sedang menderita penyakit apa-apa. Tubuh anda sehat. Satu-satunya obat yang anda butuhkan adalah dengan mengucapkan, ‘Saya sehat, saya tidak sakit.’ Ucapkan itu berulang-ulang, pasti anda akan berhasil meyakinkan diri anda bahwa anda tidak sakit.
            Setelah selesai berkonsultasi, wanita itu bergegas keluar tanpa membayar biaya konsultasi. Dokter lantas berteriak pada si wanita, “Woi, bayar dulu! Jangan langsung nyelonong aja.”
          Dengan enteng si wanita berkata, “Anda cukup mengatakan, ‘Saya telah menerima ongkos konsultasi.’ Ucapkan itu berulang-ulang, pasti anda akan yakin bahwa anda telah menerima uang dari saya.”


Pesta
            Pada suatu hari, bertemulah tiga orang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa. Untuk mengenang persahabatan mereka, tiga sahabat itu bersepakat untuk mengadakan sebuah pesta dan mengundang teman-teman yang lain. Agar lebih mudah, mereka pun berencana untuk patungan demi menggelar pesta itu.
          Sahabat pertama berkata, “Saya akan membawa daging, beras, dan buah-buahan”
          Sahabat kedua pun menyahut, “Saya akan membawa seember es, lauk pauk, dan roti serta kue-kue”
          Terakhir, sahabat ketiga pun menimpali, “Saya akan membawa istri dan anak-anak saya”


Sedekah Uang
            Tiga orang pria memenangkan hadiah lotre yang sangat banyak. Mereka pun membaginya secara rata diantara mereka bertiga. Meski pun sudah dibagi, ternyata uang yang diperoleh masing-masing orang tetaplah sangat banyak. Salah seorang dari mereka pun berkata, “Hari ini kita sangat beruntung. Kita mendapat rezeki yang tak terkira. Sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Tuhan. Sebaiknya kita menyedekahkan sebagian dari uang kita.”
            Dua orang lainnya pun setuju dengan apa yang dikatakannya.
       Orang pertama berkata, “Baiklah, aku akan membuat garis di atas tanah. Kemudian aku akan melemparkan uangku ke atas. Uang yang jatuh ke sisi kanan akan aku ambil. Sedangkan uang yang jatuh ke sisi kiri akan aku sedekahkan.” Orang pertama pun lantas melakukan apa yang dikatakannya.
            Setelah melihat apa yang dilakukan orang pertama, orang kedua pun punya ide yang sama. “Aku akan membuat lingkaran di atas tanah. Kemudian aku akan melemparkan uang-uangku ke atas. Uang yang jatuh di dalam lingkaran akan aku ambil. Sementara uang yang jatuh di luar lingkaran akan aku sedekahkan.” Orang kedua pun kemudian melakukan apa yang telah direncanakannya.
            Melihat kedua orang itu menyedekahkan uangnya, orang ketiga pun tidak mau kalah. Ia memegang bundelan berisi uang miliknya kuat-kuat, lalu berkata, “Aku akan melempar seluruh uangku ke atas. Uang yang jatuh ke tanah akan aku ambil. Sementara uang yang tetap di udara akan aku sedekahkan.”

Kamis, 12 Oktober 2017

Belajar Otodidak -- Bahasa Arab dan Inggris

          Hidup di dunia global masa kini, tidaklah dapat lepas dari pengaruh bahasa asing. Rasanya tidaklah gaul atau bahkan malah ketinggalan jaman apabila kita yang hidup di era modernisasi ini masih gagap berbicara bahasa Inggris. Di sisi lain, kondisi masyarakat yang semakin plural menuntut kita untuk dapat mendalami pengetahuan moral dan agama secara lebih mendalam, yang tentu saja dibutuhkan kemampuan memahami bahasa Arab.
          Akan tetapi mungkin pernah terbersit dalam benak kita. Bagaimana caranya kita belajar bahasa? Apakah ada cara belajar bahasa tanpa kursus? Tentunya tanpa harus mengeluarkan biaya yang berlebih namun tetap mudah dan menyenangkan.
          Nah.., berikut kami ingin berbagi cara belajar bahasa secara otodidak dengan mudah dan efektif.

  • Pertama, carilah sumber atau referensi untuk belajar bahasa. Misalnya : majalah, koran, buku novel, atau sebagainya.
  • Kedua, milikilah kamus sebagai sumber utama untuk menambah pengetahuan kosakata kita.
  • Ketiga, mulailah membaca buku, majalah, atau apa pun referensi anda kemudian menerjemahkannya satu per satu. Ingat, belajar menerjemahkan adalah salah satu cara paling ampuh untuk memperkuat daya ingat kosakata kita.
  • Keempat, catatlah kosakata - kosakata yang anda anggap penting atau sering digunakan dalam buku catatan kecil sehingga dapat dengan mudah anda bawa kemana saja. Dengan begitu anda akan lebih mudah untuk membacanya.
  • Kelima, praktek berbicara. Ini merupakan salah satu tahapan yang paling penting. Jangan malu untuk mengucapkan kosata-kosakata yang telah anda pelajari. Tidak masalah apabila kita masih salah dalam menggunakannya. Karena bahasa yang tidak pernah dipraktekkan tidak akan pernah bisa berkembang malahan menjadi lupa sama sekali.
  • Keenam, koreksi kesalahan-kesalahan kita. Ketika kita mencoba berbicara, kita sadar bahwasanya masih begitu banyak kosakata-kosakata yang perlu kita pelajari. Karenanya, koreksilah kesalahan anda kemudian coba cari apa bahasa yang benar.
  • Ketujuh, belajar tatabahasa. Apabila anda telah menguasai cukup banyak kosakata, mulailah untuk belajar menyusun kata - kata tersebut dalam susunan kalimat yang benar menurut kaedah kebahasaan. Belajar Grammar dalam bahasa Inggris. Begitu juga belajar ilmu Nahwu dan Shorof dalam bahasa Arab.Jangan khawatir. Meski mungkin terdengar sangat susah, sesungguhnya belajar tatabahasa akan terasa mudah ketika kita telah memiliki perbendaharaan kosakata yang banyak.
  • Kedelapan, tetap istiqomah untuk mencoba dan praktek. Langkah paling akhir adalah tetap istiqomah dan konsisten dalam belajar. Tetaplah merasa lapar untuk terus menambah pengetahuan bahasa. Sesekali dengarlah native speaker untuk melatih pronounciation pengucapan kita.                             
     Jadi, jangan malu untuk mencoba!!

     Semoga sukses.....!
     
    

Minggu, 17 September 2017

Tips - tips Belajar Qiro'ah


        Sudah menjadi impian setiap umat muslim untuk dapat melantunkan kitab suci Al-Qur'an dengan bacaan yang baik, sebagai bentuk pujian terindah kepada yang Maha Mencipta, Allah SWT. Namun tentu saja, semua itu tidak bisa didapat dengan instan. Dibutuhkan usaha dan ketekunan serta proses yang panjang untuk berlatih memperindah bacaan Al-Qur'an. Memang, ada diantara mereka yang telah dikaruniai suara yang merdu sejak lahir, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja untuk dapat membaca Al-Qur'an dengan indah, atau yang biasa dikenal dengan tilawah / qiro'ah.
        Tidak ada batasan usia dalam belajar tilawah, siapa saja, baik tua mau pun muda, baik yang berbakat tarik suara maupun yang kurang berbakat, baik yang mengimani Al-Qur'an maupun yang tidak percaya akan Al-Qur'an, semuanya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk dapat melantunkan bacaan Al-Qur'an dengan indah.
         Lantas bagaimana ...., kiat - kiat belajar memperindah suara untuk melantunkan ayat - ayat Al-Qur'an??
           Ustadz Syamsul Qomari, pakar qiro'ah asal Sidoarjo, bermurah hati untuk membagi tips - tips belajar qiro'ah :

  1. Rutin latihan suara setiap hari. Setidak - tidaknya 30 menit setiap pagi.
  2. Usahakan memilih waktu latihan sesudah waktu Subuh atau sebelum waktu Subuh, dimana matahari masih belum terbit.
  3. Tidak makan berlebihan
  4. Memperbanyak olahraga, terutama lari dan renang. Bertujuan untuk melatih pernapasan.
  5. Tidak malu untuk mencoba dan terus berusaha
         Salah satu murid Ustadz Syamsul yang kini tengah menempuh proses belajar qiro'ah .....
        Semoga bermanfaat,.....

BUMI, Bulat atau Datar?


          
  Beberapa waktu lalu, sejumlah penduduk dunia digegerkan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Flat Earth Society (FES) yang mengatakan bahwasanya bumi ini berbentuk lempengan datar. Begitu banyaknya bukti yang diajukan para penganut FES sehingga terjadi perdebatan sengit di kalangan para ahli astronomi. Masyarakat pun, yang selama ini telah mengenal bahwa bumi berbentuk bulat, dibuat bingung dengan teori konspirasi tersebut.
            Lantas bagaimanakah pandangan Islam dan Al-Qur’an menyikapi perbedaan teori tersebut?
            Sebenarnya adu argumen yang mempertanyakan apakah bumi itu bulat ataukah datar telah ada bahkan sejak zaman para ulama’ terdahulu. Para ulama’ seperti Imam Al-Qurthubi, Al-Qathani Al-Andalusy, dan Syekh Abdul Aziz bin Baz dengan tegas menyatakan bahwa bumi berbentuk datar dengan menganut dalil – dalil Al-Qur’an, di mana, menurutku mereka, Al-Qur’an sama sekali tidak pernah menyebutkan bahwa bumi ini berbentuk bulat. Pernyataan ini pun digunakan oleh para penganut FES untuk memperkuat teori mereka.
            Uniknya, Al-Qur’an memang tidak pernah dengan gamblang menyebutkan bahwasanya planet bumi tempat tinggal manusia ini berbentuk bulat. Sebaliknya, Al-Qur’an justru berulang-ulang mengatakan bahwa bumi ini adalah hamparan, seakan – akan mengatakan bahwa bumi ini berbentuk datar.
 ......الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا
(Dia-lah Allah) yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (Al-Baqarah : 22)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا[]
Dan Allah yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (Nuh : 19)
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا[]
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? (An-Naba’ : 6)
            Dalam ayat tersebut terdapat tiga kata yang berbeda yakni فِرَاشًا، بِسَاطًا dan  مِهَادًاyang artinya sama – sama merujuk pada makna berupa hamparan. Sedangkan makna “hamparan” dalam perspektif kebahasaan kita memiliki arti yakni sesuatu yang datar. Dengan kata lain, ayat ini dianggap telah menjelaskan secara nyata bahwa planet bumi ini berbentuk datar.
            Akan tetapi, apakah memang benar demikian? Apakah Allah memang menciptakan bumi ini berbentuk datar?
            Tentunya ayat – ayat Al-Qur’an yang agung tidak dapat diartikan secara tekstual begitu saja. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan penafsiran yang mendalam untuk mengetahui hakikat makna dari Al-Qur’an. Seringkali bahkan Allah Azza wa Jalla memfirmankan ayat-ayatNya sebagai sebuah isyarat saja, untuk menuntut hamba-hambaNya berpikir lebih jauh dan melakukan penelitian lebih dalam.
            Dikatakan oleh Syekh Al-Sinqithi dan Syekh Ar-Razi, bahwasanya makna bumi sebagai hamparan memiliki arti yang dalam. Al-Qur’an mengatakan bahwa yang dihamparkan bukan bagian bumi tertentu, akan tetapi “bumi” secara mutlak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, bahwasanya dimanapun seseorang berpijak di muka bumi, ia akan selalu menemukan bahwa bumi terhampar di hadapannya. Kemanapun seseorang berjalan, ia tidak akan pernah menemukan ujung dunia karena bumi akan terus terhampar hingga ia mendapati dirinya kembali ke tempatnya semula berjalan.
            Selain itu, Syekh Al-Utsaimin menjelaskan, dalam beberapa ayat tersebut terdapat kata "لَكُم" yang berarti “bagimu”. Allah menjadikan “bagi manusia” bumi itu terhampar, untuk kelangsungan hidupnya. Bukan berarti bahwa bumi itu benar-benar datar. Hal ini sejalan dengan fakta yang diungkapkan para ahli astronomi modern mengenai garis horizon bumi atau garis cakrawala. Mengapa kita selalu mendapati garis cakrawala itu lurus melintang sejauh mata memandang, tanpa ada lengkungan sedikit pun yang menandakan bahwa bumi itu bulat? Para pakar astronomi memaparkan bahwa keberadaan garis cakrawala yang lurus tersebut justru membuktikan bahwasanya bumi berbentuk bulat. Karena ketiadaan garis lengkungan menandakan bahwasanya hamparan bumi membentang tanpa ujung. Dan satu-satunya penjelasan yang masuk akal mengenai fakta ini adalah bahwa bumi itu bulat.
            Kemudian adakah dalil Al-Qur’an yang menyatakan bahwa bumi itu bulat?
            Allah menyiratkan fakta ini dalam firmanNya, Surah Az-Zumar : 5
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيْلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّٰارُ[]
            Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia memasukkan (menggilirkan) malam atas siang dan memasukkan siang atas malam. Serta menundukkan matahari dan bulan, sehingga masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dia-lah Yang Maha Mulia lagi Pengampun (Az-Zumar : 5)
Syekh Ibnu Taimiyah dan Ibnu Hazm mengatakan bahwasanya bukti terjadinya pergantian siang dan malam adalah dalil yang paling nyata mengenai planet bumi yang berbentuk bulat. Bagaimana mungkin malam dan siang hari terjadi secara bersamaan dalam bumi yang sama? Bagaimana mungkin di satu sisi bumi, matahari terbenam sedang di sisi yang lain matahari terbit?
Lebih lanjut Ibnu Taimiyah memaparkan, bahwa dalam Surah Az-Zumar ayat 5 terdapat kata يُكَوِّرُ yang berasal dari kata كَوَّرَ, yang dalam kaidah bahasa Arab mengandung pengertian “melapisi pada sesuatu yang bundar” di mana akar katanya sampai pada kata كُرَّة, sebagaimana yang pembaca ketahui berarti bola atau merujuk pada sesuatu yang bulat. Dengan demikian, Allah telah memfirmankan bahwa siang dan malam saling bergilir menutup sesuatu yang bulat, yang tidak lain adalah bumi.
Dilanjutkan dengan pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang mengatakan bahwa terjadinya gerhana bulan dan adanya cahaya bulan yang berasal dari pantulan sinar matahari adalah keniscayaan bagi teori bumi datar.
Pendapat – pendapat itu disepakati oleh Abu Husain Ibnu Munadi yang berfatwa :
لا خلاف بين العلماء أن لأرض على مثال الكرة
“Tidak ada perselisihan diantara para ulama’ bahwa bumi itu seperti bola”
Pada akhirnya, pendapat para ulama’ tersebut ditutup oleh pernyataan Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang mengatakan :
ليس هناك نص قاطع يؤيد أحد الوجهين المختلفين …بعض الآيات من القرآن الكريم التي تتعلق بهذا الموضوع يمكن أن يفهم منها ثبات الأرض وسطحيتها ، والبعض الآخر يمكن أن يفهم منها حركتها ودورانها
“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar, sedang sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar”
Maha Suci Allah yang mencipta alam semesta ini dengan sempurna. Yang di dalamnya diselipkanNya keagungan ilmuNya. Bagaimana Allah mengajarkan hamba-hambaNya untuk selalu belajar dan tidak pernah putus asa dengan ilmu pengetahuan.

Terakhir, sebagai hamba Allah, kita diperintahkan untuk selalu mentafakkuri dan mempelajari ayat – ayat Allah. Ketika kita melihat langit, tidakkah kita berpikir, bagaimana mungkin bumi ini datar sedangkan matahari, bulan, dan planet – planet lainnya berbentuk bulat dan saling mengorbit garis edarnya? Wallahu a’lam bish shawab.

Rabu, 06 September 2017

Belajar Bahasa, Menjunjung Harga Diri Bangsa


       Pengaruh globalisasi kian lama kian terasa. Tidak bisa dipungkiri, seluruh warga dunia mau tidak mau akan ikut terbawa arus perkembangan zaman yang satu ini. Salah satu dampaknya adalah, dunia menetapkan bahasa internasional yang di mana untuk dapat turut berperan dalam dunia global, seseorang haruslah mampu menguasai bahasa tersebut. Maka, kebutuhan akan pengetahuan bahasa selain bahasa tanah air kini tengah menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Dewasa ini, banyak kita temukan lembaga - lembaga pendidikan maupun kursus yang menawarkan program pengajaran bahasa asing dengan sistem pengajaran terkini dan dengan biaya yang tentu saja tidak dapat dibilang murah.
       Akan tetapi, tidak adakah sistem pengajaran lain di mana seseorang dapat belajar bahasa dengan mudah dan menyenangkan dengan biaya yang terjangkau?
       Tentu saja ada! Salah satunya adalah sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren modern.
       Pondok pesantren yang biasanya dikenal sebagai tempat pendidikan khusus agama, ternyata menyimpan banyak pesona yang selama ini jarang dikenal oleh masyarakat umum. Salah satunya adalah pengajaran bahasa asing kepada para santrinya.
        Dalam sistem pendidikan pondok pesantren khususnya pesantren modern, pengajaran bahasa asing dilakukan secara intensif dan aplikatif. Setiap harinya, para santri diberikan pelajaran berupa kosa kata baru dan kalimat ekspresi dalam bahasa asing, kemudian para santri diwajibkan untuk selalu mempratekkan apa yang telah dipelajari dalam percakapan sehari - hari, sehingga penggunaan bahasa asing di pondok pesantren telah menjadi budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari - hari para santrinya.
        Tidak hanya itu, sebagai bentuk sistem pembelajaran yang intensif, pondok pesantren menerapkan hukuman atau yang biasa disebut "iqob" bagi mereka yang enggan mempraktekkan bahasa asing yang telah di pelajari.
            Dalam hal ini, pondok pesantren telah menjadi solusi efektif bagi mereka yang ingin belajar bahasa asing secara intensif dan menyenangkan, terlebih bagi mereka yang masih dalam usia pelajar. Karena di dalam pondok pesantren modern, seorang anak tidak hanya akan diajarkan penguasaan bahasa asing yang mantap, namun juga pendidikan moral dan kompetensi yang mumpuni.
           Memang, kebanyakan pondok pesantren yang mencanangkan program pengajaran bahasa asing hingga saat ini masih difokuskan pada penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dan bahasa Arab sebagai sarana mempelajari ilmu agama. Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya sistem pengajaran bahasa asing di pondok pesantren akan terus berkembang sehingga program bahasa yang diajarkan akan semakin beragam dan variatif, mengingat saat ini bahasa Internasional tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris saja.
            Sebagai contoh adalah Pesantren Modern Al-Amanah yang berdiri di Krian, Sidoarjo. Selain mengajarkan bahasa Arab dan Inggris, Pesantren Modern Al-Amanah  juga mengajarkan bahasa Jepang kepada para santrinya, yang bahkan menjadi kurikulum wajib dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Selain itu, masih banyak pesantren - pesantren lain yang memiliki program pendidikan bahasa asing lainnya seperti bahasa Mandarin, bahasa Jerman, Prancis, Turki, dan Korea.
            Lantas apa sebenarnya tujuan dari belajar bahasa asing?
           Pada dasarnya belajar bahasa asing adalah sebagai bentuk rasa cinta tanah air. Karena dengan bahasa asing, kita dapat mengeksplorasi budaya - budaya dan pengetahuan dunia. Dengan kemampuan bahasa asing, bangsa kita tidak akan mudah dijajah atau ditipu bangsa lain. Jadi secara tidak langsung, dengan belajar bahasa asing, kita telah turut menjunjung martabat dan harga diri bangsa.





Sabtu, 02 September 2017

Islam, Muslim, dan Bahasa Arab


     Kini berbagai media di seluruh dunia sedang sibuk memperbincangkan tentang isu "Islamophobia" atau yang biasa diartikan sebagai teror kaum muslim, para pemeluk agama Islam, yang memerangi dan membumihanguskan orang - orang yang tidak memeluk agamanya, sehingga penduduk di seluruh dunia menjadi resah dan takut akan eksistensi agama Islam. Orang - orang mulai
berpandangan bahwasanya agama Islam adalah agama yang keras dan brutal. Agama Islam adalah paham yang menindas orang - orang tak berdosa yang memaksa siapa saja untuk menjadi pengikutnya. Dan karenanya, dunia sepakat untuk mencap agama islam sebagai ajaran yang jahat dan layak dimusnahkan dari peradaban manusia.
       Namun, apakah kenyataannya memang seperti itu?
       Apakah memang benar, agama Islam merupakan agama yang keras dan non-toleransi?
       Apakah memang benar, ajaran Islam mengajarkan penindasan dan pemaksaan?
       Apakah memang benar, agama Islam adalah teror bagi dunia alih - alih sebagai rahmatan lil 'alamin??
       Lantas, apabila agama Islam memang bukan seperti yang dituduhkan kebanyakan orang dewasa ini, apa yang menyebabkan agama Islam disalahartikan sebagai perkara yang negatif? Siapa yang harus disalahkan?
       Jawabannya tidak lain ada di dalam diri kita sendiri sebagai insan yang berilmu dan beriman.
     Allah SWT melalui utusanNya, menurunkan agama Islam dengan berbagai ajaran dan tuntunannya sebagai pedoman hidup seluruh umat sekaligus untuk menjawab segala tantangan dunia di setiap zaman. Akan tetapi apa yang menjadikan orang - orang di seluruh dunia gagal memahami pesan agung dari Sang Pencipta alam semesta tersebut?
       Orang - orang muslim masa kini tengah mengalami kemunduran total. Para pemeluk agama Islam tidak lagi memahami hakikat sejati dari ajaran yang dianutnya dan keyakinan yang diimaninya. Keilmuan yang kaya telah menyelewengkan banyak orang muslim untuk terlalu meyakini bahwasanya agama Islam adalah perkara yang paling benar di seluruh dunia, dan karenanya, seluruh dunia wajib hukumnya untuk menganutnya. Kurangnya perenungan dan pemahaman dari segala aspek adalah salah satu penyebab utama dari kemunduran umat Islam tersebut. 
       Mengapa bisa begitu? Penulis berpendapat bahwasanya, dengan menilik gaya kehidupan masa kini, umat muslim yang hidup di era modern ini tidak lagi menjalani laku tirakad sebagaimana yang dijalani umat-umat muslim terdahulu untuk mendapatkan ilmu sejati tentang ajaran yang diyakininya. Orang - orang muslim terdahulu membutuhkan waktu berpuluh - puluh tahun dengan usaha yang luar biasa berat hanya untuk memperoleh satu ilmu tentang agama Islam. Namun ilmu yang diperoleh dahulu, benar-benar merupakan mutiara agung dan emas murni yang mampu menerangi jiwa siapa saja yang yang mendengarnya. Sehingga dahulu, agama Islam laksana cahaya yang ajarannya membawa keberkahan bagi seluruh dunia bahkan bagi merekayang bukan penganut agama Islam, berkat usaha yang gigih dan tulus dari para pejuang ilmunya.
         Akan tetapi, bagaimana dengan umat muslim masa kini?? Kita tahu bahwasanya zaman semakin berkembang dan teknologi semakin maju. Dunia pendidikan pun mengalami revolusi besar - besaran. Pembelajar - pembelajar masa kini tidak lagi dituntut untuk menjalani tirakad-tirakad hanya demi mendapatkan secuil pengetahuan. Tidak juga diharuskan memulai proses belajarnya dari titik paling dasar yakni mengenai hakikat ilmu. Kemajuan metode pembelajaran telah menemukan jalannya untuk menciptakan sistem pembelajaran yang praktis : tidak membutuhkan waktu lama namun memperoleh kuantitas pengetahuan yang banyak. Belajar ilmu agama tidak lagi harus dengan mengaji kitab - kitab berbahasa Arab kuno dan mentawadhu'i sang guru sebagai ritual sahnya ilmu dari pengajar kepada orang yang belajar. Teknologi pendidikan telah mengubah itu semua menjadi suatu sistem kurikulum dengan berbagai aksesorisnya.
        Memang benar, sistem pengajaran menjadi lebih efektif dan efisien sehingga menghasilkan insan cendekia dengan pengetahuan yang kaya. Namun sungguh disayangkan, sistem pendidikan sebagaimana yang tengah marak baru - baru ini - ini telah menghilangkan esensi dasar dari ilmu. Yakni, keberkahan ilmu. Seperti yang diungkapkan oleh pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah, KH. Nur Cholis Misbah : لَيْسَ الْعِمُ بِكَثْرَتِهِ، بَلْ بِبَرَكَتِهِ "Ilmu bukan karena banyaknya, tetapi berkahnya"
             Apa makna ilmu yang berkahnya? Ilmu yang berkah adalah ilmu yang membawa kepada kebaikan dan kemaslahatan alih - alih peperangan dan kekerasan.
        Bagaimana cara agar kita dapat memperoleh ilmu yang berkah? Salah satunya adalah dengan mempelajari ilmu langsung dari sumber aslinya. Belajar ilmu agama haruslah ditempuh dengan belajar di pondok pesantren dan mengaji kitab - kitab yang dikarang para ulama' dan imam dengan terus mengedepankan tawadhu' kepada guru dan mu'allim.
              Dalam hal ini, penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an dan hadist, rujukan utama umat muslim, menjadi sangat penting artinya untuk diperhatikan. Melatih kemampuan bahasa Arab pun menjadi wajib hukumnya bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu
agama secara mendalam. Bagaimana cara mempelajari bahasa Arab dengan mudah?
        Kamus bahasa Arab bisa menjadi salah satu solusi untuk mempelajarinya.
        Sebutlah Kamus Al-Munawwir. Kamus Al-Munawwir dapat menjadi rujukan utama untuk mempelajari sekaligus mengartikan teks - teks bahasa Arab atau menerjemahkan teks - teks bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Harganya pun cukup terjangkau, hanya berkisar Rp80.000 hingga Rp120.000. Tidak ada salahnya untuk memilikinya sebagai bentuk usaha kita, umat muslim, mengembalikan kejayaan agama Islam dengan mempelajari ilmu agama yang hakiki. Untuk memesan Kamus Al-Munawwir, bisa menghubungi penulis melalui e-mail.
         Semoga agama Islam senantiasa menjadi rahmatan lil 'alamin yang menerangi seluruh dunia dengan ajaran yang mulia. Amin.

Pesantren Modern Al-Amanah -- Sistem Pendidikan Terbaik di Indonesia




       Manusia dan ilmu adalah satu - kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sejak manusia pertama kali diciptakan. Karena sebab ilmulah, manusia hidup di muka bumi ini. Maka tidak heran, pemenuhan pendidikan yang baik menjadi salah satu kebutuhan paling utama dalam kehidupan manusia. Para orang tua selalu memikirkan tentang pendidikan anak - anaknya. Pemerintah Indonesia pun menerapkan peraturan "Wajib Belajar 12 Tahun" untuk anak - anak Indonesia. Persaingan pendidikan pun menjadi kompetisi tak berkesudahan antar bangsa di dunia. Sering terjadi perdebatan berbagai pihak tentang sistem pendidikan terbaik yang seharusnya diterapkan sebagai kurikulum wajib. Muncullah peraturan kurikulum tentang "full day school" di Indonesia.
     Akan tetapi, sebenarnya, sistem pendidikan yang bagaimanakah yang paling tepat untuk diterapkan di negara kita?
          Apabila menilik sejarah pendidikan bangsa kita, maka kita akan menemukan salah satu metode pendidikan berupa pondok pesantren sebagai pelopor pertama dunia pendidikan di nusantara. Lebih jauh lagi, dalam sejarah dunia, pondok pesantren atau yang biasa dikenal dengan "madrasah" telah menjadi pemrakarsa dunia pendidikan bagi seluruh umat manusia jauh sebelum adanya sekolah atau lembaga pendidikan seperti sekarang ini. Pondok pesantren adalah sebuah media pendidikan yang mengajarkan nilai - nilai moral dan budi pekerti yang luhur yang didasarkan pada ajaran kitab - kitab agama sebagai basis pendidikan mental dan karakter manusia, dengan seorang guru besar atau yang biasa disebut "kyai" sebagai panutan utama sekaligus sosok yang memimpin berjalannya sistem pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, pondok pesantren juga menekankan pada pendalaman ilmu yang kebanyakan adalah pemahaman hakikat dan filsafat, akan tetapi dalam perkembangannya hingga masa kini, pondok pesantren telah berubah menjadi suatu media pendidikan yang juga mengajarkan ilmu dan kompetensi umum. Hingga kini, pondok pesantren tetap eksis dan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dengan tetap mempertahankan nilai - nilai pendidikan karakter yang diusungnya. Banyak para cendekiawan bangsa kita lahir dari pondok pesantren.
      Dari sini kita mampu menilai, sistem pendidikan yang bagaimanakah yang sebaiknya diterapkan di negara kita? Mengingat bangsa Indonesia kini sedang dilanda krisis mental. Banyak generasi muda yang telah tercemar akalnya. Mereka membutuhkan suatu sistem pendidikan yang seimbang akan pengetahuan terkini dan juga pendidikan karakter yang ideal. Maka, tidak diragukan lagi, pondok pesantren adalah salah satu solusi terbaik untuk menangani permasalahan bangsa.
      Sebagai contoh adalah Pesantren Modern Al - Amanah yang berdiri di Krian, Sidoarjo. Pesantren Modern Al-Amanah adalah salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren yang unik. Dengan mengangkat motto, "Pesantren Biasa Khusus Bagi Santri yang Bercita - cita menjadi Luar Biasa". Di dalamnya terdapat nilai - nilai dasar ajaran pokok yang dirumuskan dalam "Panca Jiwa Santri" dan "Tujuh Kewajiban Santri"
   Didirikan oleh KH. Nur Cholis Misbah, Pesantren Modern Al-Amanah adalah lembaga pendidikan pesantren yang tidak hanya mengajarkan pendidikan formal dan pelajaran agama, namun juga mengusung pendidikan karakter dan moral.
       Adapun nilai - nilai dasar seorang santri yang merupakan jati diri sejati bangsa Indonesia adalah sebagaimana yang telah dirumuskan pengasuh Pesantren Modern Al-Amanah, KH. Nur Cholis Misbah dalam "Panca Jiwa Santri", yakni :
1. Kesempurnaan Iman
2. Keikhlasan Amal
3. Kemuliaan Budi Pekerti
4. Keunggulan Prestasi
5. Kepekaan Sosial
       Di samping itu, Pesantren Modern Al-Amanah juga menerapkan sistem pendidikan bilingual yang mengutamakan pengembangan bahasa Arab sebagai landasan pembelajaran agama dan bahasa Inggris sebagai modal para santrinya untuk menjawab tantangan dunia masa kini.
     Dengan segala aspek sebagaimana yang telah dipaparkan, lembaga pendidikan pesantren di Indonesia telah membuktikan dirinya sebagai salah satu sistem pendidikan terbaik untuk mengatasi masalah bangsa dan layak diperhitungkan untuk menjadi kurikulum wajib yang akan eksis dan mampu bersaing di dunia global.