Keberagaman kebudayaan di nusantara menjadikan negara Indonesia kaya akan
warisan budaya tradisional. Yang tentunya semakin menambah keunikan tersendiri
bagi bangsa kita. Lebih - lebih apabila kita dapat menjaga dan melestarikannya.
Salah satu dari kekayaan budaya kita adalah keragaman kuliner
tradisional. Sudah tidak asing lagi bagi kita, setiap daerah di Indonesia
memiliki ciri khas kulinernya masing - masing.
Jajanan iwel-iwel adalah salah satunya. Saat ini, mungkin
sudah sangat jarang kita temukan makanan tradisional yang satu ini. Jajanan
berbahan beras ketan yang dicampur dengan kelapa dan diisi dengan gula merah
ini merupakan jajanan khas Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kemasannya yang terbuat
dari daun pisang yang dibentuk limas segitiga kemudian dijepit dengan lidi
semakin menambah kesan tradisionalitas warisan tempo doeloe.
Hingga kini, jajanan iwel-iwel sebenarnya masih cukup sering dibuat
terutama untuk merayakan selametan bayi yang baru lahir.
Di samping itu, jajanan iwel-iwel
juga mempunyai sejarah atau asal muasal dibalik penamaannya. Kata
"iwel-iwel" sebenarnya berasal dari bahasa Arab yakni "وَلِوَلِدَيَّ" / “waliwalidayya”
yang merupakan penggalan dari do’a untuk kedua orang tua yang berarti : untuk
kedua orang tuaku.
Ada juga
sejarah yang mengatakan, bahwasanya nama iwel – iwel dari bahasa Jawa, “kemiwel”,
yang berarti “menggemaskan”, sebagai presentasi dari rasa syukur atas lahirnya
bayi yang menggemaskan.
Lantas, bagaimana cara membuat
jajanan tradisional yang satu ini??
Silahkan simak cara dibawah ini :
Terima Kasih.....,
Semoga bermanfaat.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar