Minggu, 17 September 2017

BUMI, Bulat atau Datar?


          
  Beberapa waktu lalu, sejumlah penduduk dunia digegerkan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Flat Earth Society (FES) yang mengatakan bahwasanya bumi ini berbentuk lempengan datar. Begitu banyaknya bukti yang diajukan para penganut FES sehingga terjadi perdebatan sengit di kalangan para ahli astronomi. Masyarakat pun, yang selama ini telah mengenal bahwa bumi berbentuk bulat, dibuat bingung dengan teori konspirasi tersebut.
            Lantas bagaimanakah pandangan Islam dan Al-Qur’an menyikapi perbedaan teori tersebut?
            Sebenarnya adu argumen yang mempertanyakan apakah bumi itu bulat ataukah datar telah ada bahkan sejak zaman para ulama’ terdahulu. Para ulama’ seperti Imam Al-Qurthubi, Al-Qathani Al-Andalusy, dan Syekh Abdul Aziz bin Baz dengan tegas menyatakan bahwa bumi berbentuk datar dengan menganut dalil – dalil Al-Qur’an, di mana, menurutku mereka, Al-Qur’an sama sekali tidak pernah menyebutkan bahwa bumi ini berbentuk bulat. Pernyataan ini pun digunakan oleh para penganut FES untuk memperkuat teori mereka.
            Uniknya, Al-Qur’an memang tidak pernah dengan gamblang menyebutkan bahwasanya planet bumi tempat tinggal manusia ini berbentuk bulat. Sebaliknya, Al-Qur’an justru berulang-ulang mengatakan bahwa bumi ini adalah hamparan, seakan – akan mengatakan bahwa bumi ini berbentuk datar.
 ......الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا
(Dia-lah Allah) yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (Al-Baqarah : 22)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا[]
Dan Allah yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan (Nuh : 19)
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا[]
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan? (An-Naba’ : 6)
            Dalam ayat tersebut terdapat tiga kata yang berbeda yakni فِرَاشًا، بِسَاطًا dan  مِهَادًاyang artinya sama – sama merujuk pada makna berupa hamparan. Sedangkan makna “hamparan” dalam perspektif kebahasaan kita memiliki arti yakni sesuatu yang datar. Dengan kata lain, ayat ini dianggap telah menjelaskan secara nyata bahwa planet bumi ini berbentuk datar.
            Akan tetapi, apakah memang benar demikian? Apakah Allah memang menciptakan bumi ini berbentuk datar?
            Tentunya ayat – ayat Al-Qur’an yang agung tidak dapat diartikan secara tekstual begitu saja. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan penafsiran yang mendalam untuk mengetahui hakikat makna dari Al-Qur’an. Seringkali bahkan Allah Azza wa Jalla memfirmankan ayat-ayatNya sebagai sebuah isyarat saja, untuk menuntut hamba-hambaNya berpikir lebih jauh dan melakukan penelitian lebih dalam.
            Dikatakan oleh Syekh Al-Sinqithi dan Syekh Ar-Razi, bahwasanya makna bumi sebagai hamparan memiliki arti yang dalam. Al-Qur’an mengatakan bahwa yang dihamparkan bukan bagian bumi tertentu, akan tetapi “bumi” secara mutlak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, bahwasanya dimanapun seseorang berpijak di muka bumi, ia akan selalu menemukan bahwa bumi terhampar di hadapannya. Kemanapun seseorang berjalan, ia tidak akan pernah menemukan ujung dunia karena bumi akan terus terhampar hingga ia mendapati dirinya kembali ke tempatnya semula berjalan.
            Selain itu, Syekh Al-Utsaimin menjelaskan, dalam beberapa ayat tersebut terdapat kata "لَكُم" yang berarti “bagimu”. Allah menjadikan “bagi manusia” bumi itu terhampar, untuk kelangsungan hidupnya. Bukan berarti bahwa bumi itu benar-benar datar. Hal ini sejalan dengan fakta yang diungkapkan para ahli astronomi modern mengenai garis horizon bumi atau garis cakrawala. Mengapa kita selalu mendapati garis cakrawala itu lurus melintang sejauh mata memandang, tanpa ada lengkungan sedikit pun yang menandakan bahwa bumi itu bulat? Para pakar astronomi memaparkan bahwa keberadaan garis cakrawala yang lurus tersebut justru membuktikan bahwasanya bumi berbentuk bulat. Karena ketiadaan garis lengkungan menandakan bahwasanya hamparan bumi membentang tanpa ujung. Dan satu-satunya penjelasan yang masuk akal mengenai fakta ini adalah bahwa bumi itu bulat.
            Kemudian adakah dalil Al-Qur’an yang menyatakan bahwa bumi itu bulat?
            Allah menyiratkan fakta ini dalam firmanNya, Surah Az-Zumar : 5
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيْلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّٰارُ[]
            Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia memasukkan (menggilirkan) malam atas siang dan memasukkan siang atas malam. Serta menundukkan matahari dan bulan, sehingga masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dia-lah Yang Maha Mulia lagi Pengampun (Az-Zumar : 5)
Syekh Ibnu Taimiyah dan Ibnu Hazm mengatakan bahwasanya bukti terjadinya pergantian siang dan malam adalah dalil yang paling nyata mengenai planet bumi yang berbentuk bulat. Bagaimana mungkin malam dan siang hari terjadi secara bersamaan dalam bumi yang sama? Bagaimana mungkin di satu sisi bumi, matahari terbenam sedang di sisi yang lain matahari terbit?
Lebih lanjut Ibnu Taimiyah memaparkan, bahwa dalam Surah Az-Zumar ayat 5 terdapat kata يُكَوِّرُ yang berasal dari kata كَوَّرَ, yang dalam kaidah bahasa Arab mengandung pengertian “melapisi pada sesuatu yang bundar” di mana akar katanya sampai pada kata كُرَّة, sebagaimana yang pembaca ketahui berarti bola atau merujuk pada sesuatu yang bulat. Dengan demikian, Allah telah memfirmankan bahwa siang dan malam saling bergilir menutup sesuatu yang bulat, yang tidak lain adalah bumi.
Dilanjutkan dengan pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang mengatakan bahwa terjadinya gerhana bulan dan adanya cahaya bulan yang berasal dari pantulan sinar matahari adalah keniscayaan bagi teori bumi datar.
Pendapat – pendapat itu disepakati oleh Abu Husain Ibnu Munadi yang berfatwa :
لا خلاف بين العلماء أن لأرض على مثال الكرة
“Tidak ada perselisihan diantara para ulama’ bahwa bumi itu seperti bola”
Pada akhirnya, pendapat para ulama’ tersebut ditutup oleh pernyataan Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang mengatakan :
ليس هناك نص قاطع يؤيد أحد الوجهين المختلفين …بعض الآيات من القرآن الكريم التي تتعلق بهذا الموضوع يمكن أن يفهم منها ثبات الأرض وسطحيتها ، والبعض الآخر يمكن أن يفهم منها حركتها ودورانها
“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar, sedang sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar”
Maha Suci Allah yang mencipta alam semesta ini dengan sempurna. Yang di dalamnya diselipkanNya keagungan ilmuNya. Bagaimana Allah mengajarkan hamba-hambaNya untuk selalu belajar dan tidak pernah putus asa dengan ilmu pengetahuan.

Terakhir, sebagai hamba Allah, kita diperintahkan untuk selalu mentafakkuri dan mempelajari ayat – ayat Allah. Ketika kita melihat langit, tidakkah kita berpikir, bagaimana mungkin bumi ini datar sedangkan matahari, bulan, dan planet – planet lainnya berbentuk bulat dan saling mengorbit garis edarnya? Wallahu a’lam bish shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar